Senin, Oktober 12

JAKARTA | RMN Indonesia

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Listyo Sigit, mengatakan pemerintah terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Presiden kata Listyo juga telah memerintahkan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga Manggala Agni untuk bekerja sama dalam upaya pemadaman.

“Kami kan sedang melaksanakan berbagai macam pantauan yang jelas ini menjadi kajian untuk mengambil langkah terbaik. Tapi yang jelas presiden telah memerintahkan TNI, Polri, pemerintah daerah termasuk Manggala Agni, masyarakat semua untuk bersama-sama menyelesaikan dan melakukan langkah-langkah terbaik untuk penyelesaian karhutla,” kata Listyo Sigit di Istana Kepresidenan, Minggu (11/10/2026).

Lebih lanjut, Sigit mengatakan pemerintah juga telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mempercepat penanganan karhutla. Satgas darat dan udara akan dikerahkan untuk membantu memadamkan api.

“Mulai dari Satgas udara, Satgas darat, kemudian juga upaya-upaya untuk terus memberikan sosialisasi, edukasi, perbaikan regulasi, semuanya sedang didorong termasuk bagaimana mempersiapkan Badan Restorasi Gambut untuk menjadi badan yang lebih fleksibel untuk ke depan menghadapi dan mencegah agar Karhutla betul-betul bisa diminimalkan,” kata dia

Sebagai informasi, hingga Sabtu (10/10) pukul 21.00, Kementerian Kehutanan mencatat ada 793 titik api karhutla yang terdeteksi secara nasional. Angka ini meningkat dibandingkan pada Jumat kemarin yang tercatat sebanyak 437 titik.

Berdasarkan data pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, perkembangan hotspot high confidence tercatat ada 288 titik di Kalimantan Tengah, 60 titik di Sumatera Selatan: 60 titik, 44 titik di Kalimantan Barat, 28 titik di Kalimantan Selatan, 1 titik di Jambi dan di Riau nihil.

Masih berdasarkan data, peningkatan paling banyak terkonsentrasi di Kalimantan Tengah, di mana jumlah titik tercatat lebih dari separuh hotspot pada enam provinsi prioritas. Karena itu, pemantauan, patroli, groundcheck, serta operasi pengendalian di lapangan terus diperkuat.

Di sisi lain, Sumatera Selatan menunjukkan penurunan hotspot dibandingkan sehari sebelumnya. Namun kewaspadaan tetap harus dipertahankan karena kondisi cuaca dan kekeringan masih dapat mendukung terjadinya kebakaran. (Egi)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version