Senin, September 14

JAKARTA | RMN Indonesia

Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli mengkritisi kebijakan pembukaan rekening massal untuk 200 juta orang dengan anggaran Rp 11 triliun. Guntur Romli mengatakan Rp 11 triliun uang rakyat, akan digelontorkan untuk membeli rekening.

Dia menyinggung uang yang harus mengendap di rekening bank, sebesar Rp 50 ribu. Guntur Romli menyebut hasil perkalian Rp 50 ribu dengan 200 juta, sebesar 10 triliun “Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tidak bisa menjelaskan ke mana Rp 1 triliun pergi, biaya admin bank? Proyek siluman?” katanya, dikutip dari akun X pribadinya, Senin (14/9).

Guntur Romli menyentil pertanyaan ekonom Berly Martawardaya yang membongkar kejanggalan itu, melalui tulisan di media sosial X. Berly mempertanyakan alasan pemerintah lebih mudah mengalokasikan Rp 11 triliun untuk program ini, daripada penanganan bencana gempa dan karhutla.

Kemudian, tidak adanya penyisiran dahulu terhadap WNI yang sudah punya rekening di Bank Himbara, supaya tidak dobel dan bisa mengurangi biaya guntur Romli menyampaikan program dengan biaya Rp 11 triliun yang hanya menghasilkan saldo Rp 50 ribu per orang, adalah simbol kebijakan tanpa desain matang.

Dia mengatakan proyek jumbo itu digelar tiga tahun menjelang 2029. Guntur Romli menduga kebijakan itu pemborosan berkedok Bansos “Ini pemborosan berkedok Bansos. Publik berhak meminta Airlangga Hartarto membuka rincian anggaran secara transparan,” ucapnya. (Egi)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version